Posted on May 31, 2008 by Ardian Eko
Pada suatu ketika, saya merasa pikiran saya tidak jelas, selalu berpikir negatif terhadap sesuatu, dan meluap-luap emosinya. Ntah apa yang terjadi pada diri saya, saya ingin sekali meluapkan masalah saya ini kepada orang lain. Tapi kepada siapa lagi saya harus bercerita? Teman dekat? Cowok? Hmm.. Kalo temen cowok pasti hanya didapat suatu ejekan tanpa solusi [...]
Filed under: diary | Tagged: hati, pemikiran, positif thinking | Leave a Comment »
Posted on May 31, 2008 by Ardian Eko
Bulan ini mungkin adalah bulan yang spesial buat saya karena saya melakukan hal-hal baru dan itu adalah hal aneh yang saya lakuin dan belum tentu setiap bulan nglakuin hal tersebut.
Beberapa diantaranya adalah:
Nonton The Tarix Jabrix dengan wibi dan bom-bom, tapi sebelumnya ngopi dulu di J-Co. Huehehe, kaya mo bahas hal penting aja.
Nonton Iron [...]
Filed under: diary | Tagged: aktivitas, hal baru, ngopi, nonton | Leave a Comment »
Posted on May 30, 2008 by Ardian Eko
Pernah saya melihat orang yang sangat maniak dengan teknologi, memaki-maki karena listrik mati, jadi bingung karena handphone mati, resah karena internet mati. Yah itulah realita. Saya juga tak tahu bagaimana mereka memandang sebuah teknologi. Saya hanya beranggapan pasti teknologi akan sangat membantu kehidupan kita. Itu sudah tentu.
Terus bagaimana ya kalau saja kita hidup sehari saja [...]
Filed under: diary | Tagged: handphone, hidup tanpa teknologi, teknologi | Leave a Comment »
Posted on May 25, 2008 by Ardian Eko
Terhitung sejak tanggal 23 Mei, pemerintah telah menetapkan harga BBM yang baru. Rata-rata kenaikannya berkisar 30%. Akan tetapi saya baru merasakan akhir-akhir ini karena saya belum beli bensin untuk motor saya. Sekarang saya harus menyediakan budget untuk beli bensin lebih tinggi meskipun jatah bulanan masih tetap saya. Selain itu, makan di luar juga naik 500 [...]
Filed under: diary | Tagged: dampak kenaikan BBM | Leave a Comment »
Posted on May 23, 2008 by Ardian Eko
Hari ini kebetulan saya lewat depan gedung sate. Di jalan menuju pintu masuk tersebut ramai dengan sekerumunan orang yang melakukan demo. Ntah itu demo BBM atau yang lain saya kurang tahu karena ngebut lewat sana. Keburu ditunggu seseorang. Hehehe.. Mereka meneriakkan orasi-orasi dengan suara yang serak-serak basah (wakakaka,, la dia berteriak-teriak ga jelas gitu) terus [...]
Filed under: diary | Tagged: Bandung, Demonstrasi, esensi, kemiskinan | 1 Comment »