RSS

Transmitter dan Line Transmission

26 Jan

Transmitter adalah alat yang digunakan untuk mengubah perubahan sensing element dari sebuah sensor menjadi sinyal yang mampu diterjemahkan oleh controller. Sinyal untuk mentransmisikan ini ada dua macam yaitu pneumatic dan electric. Sistem transmisi pneumatic adalah transmisi menggunakan udara bertekanan untuk mengirimkan sinyal. Besar tekanan udara yang digunakan adalah sekitar 3-15 psi. Sistem ini adalah system lama sebelum kemunculan era elektrik. Sistem transmisi elektronik adalah transmisi menggunakan sinyal elektrik untuk mengirimkan sinyal. Range yang digunakan untuk transmisi ini adalah 4-20mA dan 1-5 VDC. 

Transmitter sendiri ada yang berfungsi sebagai pengirim sinyal saja, atau ada juga yang mengkonversi besaran yang diinginkan. Selain ditransmisikan ke controller (control room), transmitter juga memiliki display di lapangan yang digunakan untuk pengecekan secara manual. Biasanya besaran yang ditunjukkan di lapangan adalah berapa persen dari tekanan. Dari situ bisa dikonversikan menjadi berapa flowrate (jika mengukur flow) atau berapa level (jika mengukur kedalaman), dsb. Ada juga transmitter yang kemunculan nilai besarannya sudah berupa besaran yang diinginkan misalkan mengukur flow dengan differential pressure. Pada transmitter bisa langsung menunjukkan berapa besar flownya, bukan berapa besar differential pressurenya. Semakin baru teknologi yang digunakan maka semakin bagus juga performa dari transmitter tersebut.

Untuk mentransmisikan sinyal dari transmitter ke control room, transmitter melakukan pengkondisian sinyal terlebih dahulu agar sesuai dengan spesifikasi (tegangannya, arusnya).  Transmisi yang digunakan untuk pengiriman sinyal, seperti yang sudah disebutkan sebelum, ada pneumatic dan elektrik. Perbedaan dari kedua transmisi tersebut adalah:

Pneumatic Electric
Transmisi dengan udara bertekanan Transmisi dengan sinyal listrik
Jalur transmisi dengan tube Jalur transmisi dengan kabel biasa
Respon lambat Respon cepat
Butuh control room besar Lebih compact
Perawatan lebih mahal Perawatan relative lebih murah (jarang rusak)

Cara Kerja Transmitter Pneumatic

Pada transmisi pneumatic, sensing element berperan sebagai sensor untuk mendeteksi suatu besaran dengan metode tertentu. Dengan system udara bertekanan, sensing element tersebut meng-adjust flapper dan nozzle akan menyesuaikan posisi flapper. Dari tekanan nozzle ini bisa ditentukan posisi transmitter sedang on (1) atau off (0). Ada juga yang berfungsi seperti variable yaitu bisa meng-adjust seberapa persen besar kecilnya nilai tekanan. Dari tekanan tersebut sudah bisa terlihat outputnya memiliki tekanan berapa. Tekanan itulah yang akan dikirim melalui tubing transmission ke control room. Jika control roomnya masih pneumatic, maka digunakan instrument-instrument pneumatic yang ukurannya besar dan masih kuno. Jika system controlnya sudah elektrik, maka digunakan converter P/I (pressure to Electric) untuk dikirimkan ke DCS. Selanjutnya dari control system, sinyal akan dikirim ke lapangan untuk mengontrol sesuatu (missal valve). Jika menggunakan system control elektrik dan transmisi pneumatic, maka harus ada converter I/P (Electric to Pressure). Jika system control menggunakan pneumatic, tinggal diputar-putar saja controllernya maka sinyal langsung ditransmisi ke lapangan dan menggerakkan valve.

Level Transmitter Electric

Pada transmisi elektrik, cara kerjanya lebih simple. Jalur transmisi sudah menggunakan kabel. Dari transmitter dikirim ke control room dengan kabel. Control system yang digunakan pada system elektrik biasanya DCS. Sebelum masuk DCS, jalur transmisi tersebut masuk ke panel box sebagai interkoneksi antara lapangan dengan control room. Dengan DCS, semua bisa dikontrol melalui layar monitor. Sistemnya sudah terintegrasi dan memiliki respon yang cepat.

Itulah catatan singkat tentang transmitter dan line transmission. Berikutnya akan dibahas tentang interlock system dan DCS. Selamat berinstrument ria. :)

 

About these ads
 
17 Comments

Posted by on January 26, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , , , , , ,

17 responses to “Transmitter dan Line Transmission

  1. hamka

    February 7, 2012 at 9:25 am

    standard yang dipakai untuk komunikasi dengan transmisi listrik apa?

     
    • Ardian Eko

      February 8, 2012 at 5:46 pm

      komunikasi dengan transmisi listrik mulanya tidak ada standardnya. Hanya 4-20mA dan 1-5VDC. Pada awalnya transmisi listrik hanya digunakan untuk menggantikan transmisi dengan pneumatik. Jadi 1 transmitter satu kabel. Seiring berjalannya waktu, transmisi dengan listrik menjadi semakin maju kemudian muncullah fieldbus dengan protokol HART, dlsb.

       
  2. Sofyan

    May 11, 2012 at 10:28 am

    Adakah perawatan khusus untuk transmitter? …

     
    • Ardian Eko

      May 12, 2012 at 5:34 am

      Tentu saja ada Pak. Transmitter kan peralatan elektronik jadi harus dirawat juga walaupun frekuensinya tidak sesering peralatan mechanical.
      Perawatan transmitter bisa berupa pembersihan, kalibrasi, dan pengecekan interkoneksi

       
      • Zulkiflih Syam

        May 1, 2013 at 7:05 pm

        apakah ada panduan untuk perawatan transmitter elektrik ini pak?

         
  3. Urie S.

    July 30, 2012 at 9:55 am

    apa bedanya Instrumen Electric dgn pneumatic,,,kelebihan serta kekurangan masing2..??? Trims

     
    • Ardian Eko

      August 4, 2012 at 12:48 pm

      dibaca dulu… sudah ditulis kok

       
  4. Fryadi

    August 30, 2012 at 8:34 pm

    bisa dijelaskan bagaimana cara kerja level transmitter yang memanfaatkan diferensial pressure yang bisa mengubah perubahan ketinggian menjadi besaran listrik 4-20mA ?
    mengapa besaran listrik yg dipakai 4-20mA ?
    mengapa tidak 0-16 mA ?

     
  5. qumar

    September 6, 2012 at 9:37 pm

    pak..bisa jelasin bagian2 transmitter (pneumatik / elektrik )? klw bisa kasih gambar nya ya pak kayak yg diatas soal nya disana ad diapragma yg saya ga tau fungsi nya…..

     
  6. Rini

    September 26, 2012 at 8:24 pm

    bisa jelasin cara kerja pressure transmitter ga?

     
  7. aan enjang

    October 11, 2012 at 8:13 pm

    apakah menentukan bagus tidaknya bisa di ukur ?.untuk sensor diagpramnya

     
  8. dedex

    December 6, 2012 at 2:32 pm

    apa saja yg perlu diperhatikan pada stasiun pemancar agar jarak pentransmisian maksimal

     
  9. rian

    July 24, 2013 at 2:06 pm

    sensor apa yg ada pada pressure transmiiter?
    tlong dijawab..

     
  10. Jetri

    September 2, 2013 at 9:58 am

    apa sich pengertian dari electric transmitter dengan carbon transmitter………….

     
    • Ardian Eko

      September 7, 2013 at 4:22 pm

      Carbon itu sepertinya material untuk membran transmitternya.. CMIIW

       
  11. 12030060rahmadhanprasadana tekim

    March 18, 2014 at 11:41 pm

    coba pak bntuk gmbar transmitter pada industri itu sperti apa ??

     
    • Ardian Eko

      June 3, 2014 at 5:50 pm

      Akan saya buatkan post nya nanti ya.. Di lain kesempatan dan dilain posting.. Makasih sudah berkunjung

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,177 other followers

%d bloggers like this: