RSS

Derita Anak Jalanan, Sekedar Mencari Uang Untuk Makan

14 May

Kemarin malam saya kebetulan sedang cari tempat makan yang berbeda karena udah bosen semua. Akhirnya cobain deh seafood lautan merah didepan Gedung ANNEX ITB. Skalian ambil uang juga. Hehehe.. Saya kesana ya sekitar abis magrib gitu (tumben sekali biasanya makan malam jam11an). Setelah pesen makan terus cari tempat duduk deh. Ternyata rame juga tu warung. Walaupun harganya agak lebih mahal dibandingkan warung yang lain tapi kebanyakan yang kesana tu orang-orang yang pacaran. Wew..

Belum sampai 5menit duduk, udah ada pengamen yang datang. Menyanyikan lagu diiringi alat musik khas mereka kemudian meminta belas kasihan kepada kita. Hmm.. karena masih ada uang receh saya kasih deh tu pengamen. Kebetulan pengamennya itu dua orang masih kecil-kecil. Kira-kira masih SD. Selang beberapa menit muncul lagi pengamen, kali ini anak kecil sendirian aja dengan tampang dan pakaian lusuh. Ah, saya pribadi dalam hati berkata “koq banyak sih anak kecil yang cari duit dengan mengamen. Terus ibunya itu kemana ya?“. Saya sendiri juga merasa kasian banget deh kalau ada anak kecil yang seharusnya bisa bermain, senang-senang, bisa sekolah, malam belajar dan bercengkerama dengan orang tua, dia malah cari uang dengan ngamen. Akhirnya setelah menunggu agak lama makanan pun datang.

Ketika makan, lagi-lagi datang pengamen. Dan udah ketiga kalinya si pengamen itu adalah anak kecil. Mungkin masih sesama temannya dengan yang tadi, kira-kira masih SD juga. Ah, saya sendiri jadi bingung sampai berapa lagi anak-anak kecil ini akan menghampiri warung ini. Kali ini saya udah kehabisan stok uang. Hehehe.. Akhirnya maap ya dek, ga bisa ngasih. Habis selesai makan, mau bayar, eh lakok masih ada lagi anak-anak yang ngamen lagi. Jadi sepanjang saya makan, ya kira-kira 1 jam gitu udah ada 4 orang ngamen dan itu semua anak-anak. Sedihnya hati ini, kenapa harus mereka yang mencari uang, kemana ibu bapaknya? Sampai-sampai mereka harus mencari uang dimalam hari.

Itu adalah potret realita sebagian kecil anak-anak dibawah usia di kota bandung ini. Belum lagi anak jalanan yang mengais uang dibawah jembatan layang. Ngamen juga dilampu merah. Bagaimana kepedulian Anda Pak Walikota untuk memerangi anak-anak jalanan ini. Apakah tidak ada sarana untuk membantu mereka agar tidak berkeliaran di jalanan. Mohon diperhatikan. Jangan hanya mikir buat mall aja. Pikirkan juga mental generasi mendatang.

 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2008 in diary

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: