RSS

Demonstrasi? Haruskah? Apa esensinya?

23 May

Hari ini kebetulan saya lewat depan gedung sate. Di jalan menuju pintu masuk tersebut ramai dengan sekerumunan orang yang melakukan demo. Ntah itu demo BBM atau yang lain saya kurang tahu karena ngebut lewat sana. Keburu ditunggu seseorang. Hehehe.. Mereka meneriakkan orasi-orasi dengan suara yang serak-serak basah (wakakaka,, la dia berteriak-teriak ga jelas gitu) terus sambil membawa poster tapi isinya tidak terbaca oleh saya.
Waktu menjemput seseorang, kembalinya saya lewat jalan yang sama. Akan tetapi sekarang jalan ditutup jadi ga bisa lewat depan gedung sate. Diputarkan lewat gasibu. Saya melihat sekilas mereka bernyanyi-nyanyi sambil membentuk lingkaran. Jingkrak-jingkrak sambil ada kepulan asap ditengahnya. Rasa-rasanya mereka membakar ban sehingga muncullah asap hitam mengepul diantara kerumunan. Tampaknya mereka gembira dan puas kalo udah membakar ban tersebut.
Hmm,, berbicara bakar ban, kenapa ya tiap ada demontrasi pasti ban yang dibakar? Apakah ini hanya sebuah tradisi atau simbol perlawanan mereka tentang kebijakan pemerintah yang telah dibuat. Heran deh kenapa sih mereka melakukan seperti ini. Ntah demontrasi lembut (tanpa kekerasan) sampai demontrasi yang anarkis. Emang sih tujuan mereka pasti baik. Menentang kebijakan yang “dianggap” mereka bertentangan dan bisa menyengsarakan rakyat kecil. Sungguh tujuan yang sangat mulia dan patut untuk dihargai dan semoga pejaban atasan disana mendengarkan aspirasi kita.
Akan tetapi tepatkah hal ini terus menerus diperjuangkan dan sampai menjurus ke anarkis? Apakah mereka tidak berpikir dimana posisi mereka sekarang? Apakah mereka juga menyumbangkan kemiskinan negara ini? Berpikirlah realistis. Mereka pasti seorang mahasiswa yang cerdas karena bisa meneruskan sampai Perguruan tinggi. Mereka pasti bisa berpikir kritis. Tetapi akankah mereka kelak bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini? Ataukah hanya menjadi sebuah sampah masyarakat yang menambah panjang deretan kemiskinan di negara ini?
Semestinya mereka sudah bisa berpikir untuk melakukan perbaikan dengan cara berpikir kedepan. Berinovasi dan sebisa mungkin menciptakan lapangan kerja. Karena dengan itu pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga kesejahteraan mencukupi. Tidak harus dengan aksi anarkis (kalau ada yang seperti itu) sehingga beberapa properti jadi rusak dan itu akan menambah pengeluaran pemerintah lagi. Seorang mahasiswa adalah orang yang cerdas dan mampu menjadi seorang pemikir dan pencipta lapangan kerja. Jangan hanya mencari-cari kesalahan pemerintah. Bersikaplah konstruktif, saling melengkapi dan kreatif inovatif.
Hmmm,,,Demontrasi? Haruskah?

 
1 Comment

Posted by on May 23, 2008 in diary

 

Tags: , , ,

One response to “Demonstrasi? Haruskah? Apa esensinya?

  1. Andi

    May 27, 2008 at 11:47 am

    Saya setuju, mahasiswa sekarang harus lebih “smart” menyikapi kesulitan di sekitar kita. Banyak yang bisa kita lakukan. Cek keprihatinan saya tentang demostrasi ini di:
    http://andisite.wordpress.com/2008/05/27/wasting-your-time-anarkis-demonstran/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: