RSS

5 hari bersama TNI

14 Jun

Dari tanggal 8-14 juni ini saya tinggal di barak TNI dalam rangka latihan kepemimpinan yang diadakan ITB bekerja sama dengan kodam III/Siliwangi. Kita semua diisolasi dalam lingkungan TNI dengan berbagai nilai-nilai yang dijunjung di lingkungan tersebut. Tempatnya cukup dingin karena terletak di cikole (deket tangkuban perahu).

Tampaknya kita semua salah menduga tentang tempat yang kita tinggali selama seminggu ini. Masuk barak pertama kali ternyata tempatnya cukup mewah. Kita diberi tempat tinggal sendiri-sendiri dengan lemari sendiri. Padahal menurut pemikiran saya barak tu tempat tidurnya atas bawah, terus bangunannya tua, dan agak menyeramkan. Hehehe.. ternyata salah dugaan saya.

Dalam kegiatan ini banyak hal yang saya dapat, mulai dari nilai-nilai positif yang tertanam dalam diri TNI sampai materi tentang kepemimpinan dan bela Negara. Walaupun kita berada di lingkungan TNI, para pelatih kita tidak memperlakukan kita seperti prajurit perang. Suasananya gembira dan fleksibel. Tak ada hukuman dan tak ada kemarahan dari pelatih.

Dalam kegiatan indoor, kita mendapat materi penting yang berkaitan dengan kepemimpinan dan bela Negara. Pembicaranya pun berasal dari orang-orang ternama baik dari TNI maupun sipil. Salah satu diantaranya adalah abah rama, dia memaparkan tentang peta kekuatan dengan mencari bakat dan kekuatan positif yang ada dalam diri kita. Selain itu datang juga ketua KPK, Antasari Azhar, dia memaparkan tentang KPK dan hal-hal yang berkaitan dengan korupsi di negeri ini. Ternyata maraknya korupsi di Indonesia ini karena system yang kurang baik kemudian iman tak kuat menahan diri. Materi yang lain adalah jendela johari, pada kesempatan ini kita akan mendapatkan karakter kita yang ditinjau dari diri sendiri dan orang lain. Ada banyak lagi materi-materi penting yang dipaparkan selama 2 hari pertama disana.

Kegiatan outdoor pun kita lalui, dimulai dari PBB, latihan upacara, outbond, games, dll. Disana saya juga merasakan flying fox dengan versi TNI. Saya harus berpegangan tali yang dikaitkan dengan jalur kebawah. Bukan seperti flying fox pada umumnya, keamanannya hanya dengan satu tali yang diikat di dada. Tapi seru sekali rasanya dengan ketinggian yang lumayan. Selain itu melewati jembatan tali dua (meniti di tali) dan tali pendaratan (menaiki tali-tali yang telah dijalin kemudian turun ditempat sebaliknya). Permainan individu yang sangat seru dan menantang tapi sayangnya kita hanya diberi kesempatan sekali saja untuk merasakan permainan tersebut. Saya juga merasakan bagaimana cara melakukan navigasi menggunakan GPS, tinggal masukin koordinat jadi deh. Tinggal berjalan mengikuti panah yang tertera dilayar. Canggih juga lho TNI, punya GPS banyak banget.

Acara malam diluar terakhir adalah caraka malam. Kita disuruh menyampaikan pesan dengan berbagai rintangan yang ada di jalan. Caraka malam iini berbeda dengan yang lainnya karena kita tidak boleh menggunakan senter. Padahal pada kondisi tersebut hujan gelap tak ada lampu sama sekali. Beuh,, tapi kita dibimbing dengan tali. Ada-ada aja deh rintangannya, mulai dari keclap lampu blitz, suara monyet, kain kafan yang diserupakan pocong, sampai melewati kuburan.

Kegiatan terakhir adalah games tim. Kita dituntut untuk bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah permainan. Banyak variasi permainan yang ada seperti satu tim berjalan diatas papan yang bertumpu pada drum, three carpet (membuat satu tim, 13 orang, agar muat dalam karpet yang lebarnya 90x90cm kemudian pindah kekarpet berikutnya dengan ukuran yang lebih kecil), the maze (permainan menghapal jalur yang dibuat petak-petak), mengeluarkan bola pingpong dengan mengisi air pada tabung yang dilubangi, menjatuhkan diri dan ditangkap oleh teman yang dibawah, dll. Totalnya ada 13 permainan.

Seminggu disana rasanya sangat puas, seperti liburan yang dikemas dalam bentuk apik. Mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang belum pernah didapat. Makan pun terjamin, 3x sehari plus snak. Tapi jadwal yang padat, mulai jam5 pagi sampai jam10malam setiap harinya membuat kita kuat untuk keluar dari zona nyaman (tidur) dan membuat kita produktif dengan waktu yang ada. Terima kasih banyak deh buat ITB dan bapak-bapak pelatih (Pak Hery yang humoris, pak pande, pak cecep, pak dody, dll), pemateri, dan semua teman-teman latpim ITB angkatan ketiga tahun 2008 ini. Tetap semangat menyambut hari esok yang lebih cerah.

 
Leave a comment

Posted by on June 14, 2008 in diary

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: