RSS

Investasi

26 Jun

Bagi sebagian orang menganggap investasi hanyalah untuk orang-orang kaya dan memiliki banyak uang. Orang yang biasa-biasa saja tidak pernah terlintas untuk melakukan investasi walaupun kecil. Hal ini akan memicu gap yang semakin besar bagi orang-orang tidak mampu dan orang-orang yang mampu. Mampu disini bisa dilihat dari kemampuan secara finansial ataupun kemampuan dalam melihat peluang.

Sebenarnya investasi itu tidak perlu harus yang berharga sangat mahal. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah segeralah action untuk melakukan investasi sehingga semakin cepat Anda akan menikmati hasil yang diinginkan. Investasi dilakukan ketika kita ingin menjaga nilai uang kita sehingga dimasa depan, nilai uang itu bisa tetap atau bertambah. Kenapa bisa begitu? Karena nilai mata uang itu semakin rendah dari tahun ke tahun. Misalkan saja, 10000 sudah bisa beli bakso, sekarang bakso aja 20000. Kalau uang kita hanya segitu-segitu aja setiap saat, pasti nanti rugi dan kecewa karena ga bisa beli bakso lagi. hehe.. Gimana kalau barang elektronik? Kok semakin lama semakin murah? Yah karena mereka melakukan inovasi, produk yang lama jadi semakin usang dengan kehadiran sentuhan inovasi di produk terbarunya.

Sebenarnya ada banyak investasi yang bisa dilakukan untuk setiap orang, tanpa memandang itu orang kaya atau biasa saja, sudah kerja atau masih mahasiswa. Semua bisa melakukannya. Beberapa jenis investasi yang umum adalah tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, properti, dan lainnya. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis investasi yang sudah disebutkan diatas.

1. Tabungan

Tabungan disini dalam artian menyimpan uang di Bank. Bank akan menyimpan uang kita dalam periode tertentu sesuai keinginan kita. Kita bebas mengambilnya kapan saja baik itu secara langsung di teller atau melalui transaksi elektronis. Nilai dalam tabungan kita bisa cepat habis karena sering diambil untuk keperluan Tabungan merupakan investasi paling mudah, paling tidak beresiko, namun memiliki keuntungan yang sangat sedikit. Ada resiko, ada profit. Jika resiko kecil, profit juga kecil. Mungkin malah berkurang karena kita mendapatkan segudang fasilitas dari Bank yang memudahkan kita dalam mengatur uang sendiri. Biasanya bunga bank itu sekitar 1% setahun (CMIIW)

2. Deposito

Deposito adalah menyimpan uang di Bank dalam periode tertentu. Uang yang sudah disimpan dalam bentuk deposito hanya bisa diambil jika sudah jatuh tempo. Jika belum jatuh tempo diambil, maka akan ada penalti atas kesepakatan yang sudah dilakukan.  Investasi jenis ini juga memiliki profit rendah karena resikonya kecil. Kita tidak perlu action apapun kecuali setor uang diawal saja. Investasi ini memiliki profit lebih besar daripada tabungan karena kita diikat oleh periode tertentu. Bunga deposito saat ini sekitar 5% per tahun. Investasi jenis ini biasanya membutuhkan uang yang tidak besar. Biasanya ada range untuk deposito sekian juta nanti masuk kategori mana.

3. Reksadana

Reksadana adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

Reksadana ini bisa dikatakan jembatan atau latihan untuk melakukan investasi yang riil karena kita bisa melihat apa saja investasi yang baik. Si manager investasi pasti mengumumkan mereka investasi apa aja, dimana saja, dan berapa profitnya. Dari situ nanti kita bisa terbuka pemikirannya untuk melakukan investasi sendiri. Tentu dengan perhitungan yang matang. Namun kerugian dari reksadana sendiri adalah kita bisa saja kurang puas dengan pencapaian yang didapat oleh manager investasi. Keuntungan tergantung dari hasil investasinya dan tentu saja ada biaya yang harus diberikan untuk pengelolanya.

4. Obligasi

Obligasi adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.

Obligasi memiliki keuntungan yang lebih besar secara profit. Biasanya lebih besar daripada deposito. Namun jangka waktu pelunasan obligasi lebih dari 1 tahun. Hal ini akan membuat kita kurang liquid. Jika ingin mendapatkan uang kita harus menunggu tanggal jatuh tempo. Selain itu, jika perusahaannya bangkrut, uang kita pastinya tidak akan kembali. Inilah resiko investasi. Semakin besar investasi, semakin besar profitnya. Saat ini, bunga obligasi rata2 6-9%.

5. Saham

Saham merupakan tawaran perusahaan kepada kita untuk menginvestasikan uang kita kepada mereka. Dengan itu, kita bisa memiliki bagian dari perusahaan tersebut sesuai dengan porsinya. Uang yang diberikan akan digunaakan sebagai modal perusahaan tersebut mengembangkan usahanya. Orang yang membeli saham tersebut akan mendapatkan profit yang disebut deviden. Saham ini bersifat fluktuatif tergantung pasar saham. Tentu saja ada hitungannya dan saya tidak belajar tentang saham jadi belum mengerti. hehe.. Biasanya sih kalau perusahaannya sehat dan memiliki pergerakan positif, maka nilai saham akan naik, begitu juga sebaliknya. Jika kita optimis nilai saham dari perusahaan tertentu itu baik maka segeralah membeli sahamnya. Jual beli saham dilakukan di perusahaan sekuritas.Profitnya tidak bisa ditentukan karena tergantung dari performa perusahaan tersebut. Bisa untuk berlipat-lipat, bisa juga rugi babak belur. Ingat, semakin tinggi resiko, semakin besar profit.

6. Emas

Saat ini, emas mulai populer dalam melakukan investasi kecil maupun besar. Kenapa emas populer? Karena nilai emas selalu naik setiap tahunnya. Kebutuhan orang akan emas semakin besar dan tidak diimbangi dengan produksi yang meningkat. Selain itu emas sangatlah liquid, artinya bisa diuangkan kapan saja, tinggal ke toko emas atau di gadai. Harga emas saat ini berkisar di antar 422.000 per gram. Emas ini bervariasi, ada emas berbentuk batangan, coin, atau perhiasan. Biasanya emas batangan dan coin adalah emas murni yaitu emas dengan kadar 24 karat, dengan kemurnian 99.999%. Jika emas perhiasan tergantung campuran dan modelnya. Biasanya lebih murah daripada emas murni dengan berat yang sama.

Berat emas bervariasi mulai dari 1 gr, 5gr, 10 gr, dsb. Ada juga lho yang 1kg.😀 Karena harga emas semakin lama semakin naik, maka segeralah beli emas saat ini juga. Jika ingin berinvestasi yang mudah dan mudah dicairkan. Resiko dari investasi emas ini adalah resiko dicuri orang. Emas merupakan benda berujud dan tidak ada tanda bukti kepemilikan (hanya sertifikat emas saja). Jadi jika dicuri orang, maka orang tersebut dengan mudah menjualnya ditoko emas. Jika ingin mengunci resiko (tidak ingin beresiko dicuri orang) maka simpanlah ditempat aman atau disimpan di bank (gadai). Tentu saja ada biaya yang harus dikeluarkan. Lain waktu akan kami bahas lebih lanjut. Kenaikan emas tiap tahun berkisar 30%

7. Properti

Properti disini bisa dikatakan tanah, rumah, ruko, dsb. Setiap lahan yang menjadi hak milik kita adalah properti entah lahan itu sudah didirikan suatu bangun atau belum. Sifat properti juga mirip emas yaitu semakin lama semakin naik harganya. Namun perbedaannya adalah properti tidak se-liquid emas. Properti tidak bisa cepat dijual dengan harga sesuai keinginan. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian. Kesulitan investasi di bidang properti adalah biaya yang dikeluar sangat besar.

 

OK! Sekian dulu cerita investasi hari ini. Nanti disambung lagi yang lebih spesifik.🙂

 
4 Comments

Posted by on June 26, 2011 in diary

 

Tags: , , , , , , , , ,

4 responses to “Investasi

  1. ilmaismail

    June 26, 2011 at 10:53 am

    ijin nambahin ya🙂
    suku bunga tabungan beda-beda,
    tergantung jenis tabungan, besar tabungan itu sendiri, dan tipe perhitungan bunga yang dipakai.
    contoh bunga di mandiri : http://www.bankmandiri.co.id/resource/suku_bunga.asp
    klo untuk perhitungan tabungan rencana (kerjasama AXA&Mandiri) perhitungan tabungannya beda lg ^^

     
    • Ardian Eko

      June 26, 2011 at 8:21 pm

      sebenarnya tadi juga lihat suku bunga mandiri. Karena ada banyak jadi ambil yang general aja.. hehe.. makasih tambahannya..

       
  2. emmhank nagh accounting

    March 23, 2013 at 7:50 am

    kelebihan dan kekurangan investasi secara umum

     
  3. bayu

    November 11, 2014 at 1:37 am

    ini sih jenis” investasi .bkn kelebihan maupun kekurangannya . wah nyesek

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: