RSS

Category Archives: oil and gas

Logika Terbalik untuk Safety

Saat masih belajar sistem digital, kita banyak mengenal logika dan sebenarnya didunia digital hanya ada 2 kondisi yaitu 0 dan 1. Bilangan biner ini sangat powerful untuk melakukan komputasi yang sangat rumit sekalipun. Bilangan biner lah yang menjadi cikal bakal komputasi sampai saat ini. Jika hanya berbicara logika dari sisi pemrograman, kita dapat dengan mudah memanipulasi programnya. Kita bisa memunculkan hasil-hasil komputasinya. Semua bisa diprogram. Jika logika 0 dan 1 dibalik ya tinggal di not saja.   Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 4, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , , ,

Turnaround Kilang

Turnaround adalah kegiatan maintenance untuk mengembalikan kondisi kilang seperti keadaan awal agar  kilang beroperasi secara optimum. Kegiatan ini dilakukan setiap 3 – 4 tahun sekali. Selain untuk menjaga performa kilang, turnaround ini juga dilakukan untuk memenuhi kewajiban yang telah diatur dalam undang-undang migas. Turnaround merupakan kewajiban bagi setiap unit operasi (kilang) agar proses produksi berjalan secara kontinu dengan biaya maintenance yang tepat.

Kegiatan turnaround diantaranya perbaikan, penggantian, dan inspeksi peralatan-peralatan yang tidak bisa diperbaiki atau diganti ketika unit sedang berjalan. Misalkan saja kolom distilasi, jika ada kerusakan maka harus diperbaiki ketika turnaround. Jika sedang berjalan pastilah tidak bisa. Seorang engineer harus bisa melakukan prediksi kira-kira apa yang harus diperbaiki atau diganti ketika turnaround berlangsung. Perlukah diganti atau hanya cukup diperbaiki dan dibersihkan saja. Setiap engineer harus memiliki sense of equipment. Dia harus mampu mengenali gejala-gejala yang muncul dan memprediksikan kemampuan suatu equipment berjalan dengan baik setelah turnaround sampai turnaround selanjutnya.

Kegiatan turnaround adalah kegiatan yang berlangsung selama 24 sehari dengan durasi yang telah ditentukan apakah mau 20 hari, 30 hari, 40 hari, dll. Pekerjaan turnaround dilakukan secara shift dan melibatkan banyak pekerja outsource dan berbagai kontraktor. Untuk turnaround 1 unit CDU saja dibutuhkan kira2 seribuan pekerja yang akan bekerja selama 21 hari. Sungguh kegiatan yang sangat besar seperti hajatan pernikahan saja. Hehe.. Setiap pekerja bahu membahu untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik dengan zero accident. HSE merupakan kunci utama dalam melaksanakan pekerjaan. Pertamina tidak menolelir adanya kecelakaan kerja didalam kilang. Untuk itu, kepedulian, kerja keras, dan kerja sama yang baik harus menjadi perhatian utama dalam menjaga kilang ini.

Perencanaan turnaround yang sudah dimulai 1 tahun yang lalu akan menuai hasilnya 21 hari kedepan. Jika hasilnya baik, program TA sukses dan kilang akan berjalan dengan performa yang memuaskan tanpa unschedule shutdown dan tanpa kendala yang berarti.

Semoga sukses! 🙂

 
2 Comments

Posted by on June 21, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , ,

Jenis Maintenance

Maintenance adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk menjaga peralatan dalam kondisi terbaik. Proses maintenance meliputi pengetesan, pengukuran, penggantian, menyesuaian, dan perbaikan. Ada tiga jenis maintenance yang biasa dilakukan, yaitu:

–          Corrective maintenance, maintenance jenis ini memiliki kegiatan identifikasi penyebab kerusakan, penggantian component yang rusak, mengatur kembali control, dsb. Corrective maintenance adalah aktivitas perbaikan peralatan yang beroperasi secara tidak normal

–          Preventive maintenance, maintenance jenis ini memiliki tujuan mencegah terjadinya kerusakan peralatan selama operasi berlangsung. Maintenance peralatan dilakukan secara terjadwal sesuai dengan estimasi umur peralatan. Kegiatan preventif maintenance dibuat berdasarkan tasklist maintenance sesuai dengan tingkat kritikal peralatan tersebut.

–          Predictive maintenance, maintenance jenis ini memiliki kemiripan dengan preventive maintenance namun tidak dijadwal secara teratur. Predictive maintenance mengantisipasi kegagalan suatu  peralatan sebelum terjadi kerusakan total. Predictive maintenance menganalisa suatu kondisi peralatan dari trend perilaku peralatan. Trend ini dapat digunakan untuk memprediksi sampai kapan peralatan mampu beroperasi secara normal.

Sebenarnya ada juga jenis maintenance yang lain yaitu breakdown maintenance. Maintenance ini dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan dan plant sudah stop. Breakdown maintenance ini sangat dihindari karena plant harus beroperasi 24 jam penuh dan dalam pengoperasian plant sudah ada target-target tertentu yang harus dipenuhi. Jika terjadi breakdown maka plant tidak beroperasi dan target tidak tercapai. Biasanya breakdown maintenance ini bersifat tidak terprediksi. Tiba-tiba saja shutdown tanpa terjadwal (unschedule shutdown).

Menurut teori maintenance, seharusnya perbandingan schedule shutdown dan unschedule shutdown adalah 80:20. Untuk mencapai itu harus dilakukan strategi maintenance yang baik sehingga target-target tercapai

 
14 Comments

Posted by on May 25, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , ,

Distributed Control System

Distributed Control System (DCS) adalah suatu pengembangan system control dengan  menggunakan komputer dan alat elektronik lainnya agar didapat pengontrol suatu loop system yang lebih terpadu dan dapat dikendalikan oleh semua orang dengan cepat dan mudah.  Alat ini dapat digunakan untuk mengontrol proses dalam skala menengah sampai besar. Proses yang dikontrol dapat berupa proses yang berjalan secara kontinyu atau proses yang berjalan secara batching.

DCS secara umum terdiri dari digital controller terdistribusi yang mampu melakukan proses pengaturan 1 – 256 loop atau lebih dalam satu control box. Peralatan I/O dapat diletakkan menyatu dengan kontroler atau dapat juga diletakkan secara terpisah kemudian dihubungkan dengan jaringan. Saat ini, kontroler memiliki kemampuan komputasional yang lebih luas. Selain control PID, kontroler dapat juga melakukan pengaturan logic dan sekuensial. DCS modern juga mendukung aplikasi fuzzy dan neural network.  Read the rest of this entry »

 
14 Comments

Posted by on May 25, 2012 in oil and gas

 

Tags: , ,

Radar Tank Gauge

Radar Tank Gauge atau disingkat RTG adalah jenis ATG yang digunakan untuk mengukur ketinggian suatu permukaan dengan metode radar. Metode pengukuran dengan level untuk jenis ATG ada dua yaitu RTG dan Servo Tank Gauge. Sesuai dengan namanya, RTG menggunakan radar untuk pengukuran, dan STG menggunakan servo (motor) untuk pengukuran level.

ATG adalah pengukuran level dengan presisi yang tinggi. Tingkat presisi ini digunakan untuk mencapai standar minimum untuk custody transfer (untuk jual beli dengan pihak ketiga). Selain kegunaan tersebut, RTG bisa juga digunakan untuk inventory calculation, oil movement, losses control, operational and blending control, dan leak detection & overfill protection. Untuk mendapatkan nilai dengan presisi yang tinggi, banyak parameter yang harus diukur seperti level minyak, temperature minyak, water level, dan tinggi tanki. Variable ini digunakan untuk menghitung net volume minyak dalam suatu tanki dengan perhitungan tertentu.  Read the rest of this entry »

 
17 Comments

Posted by on January 27, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , , , ,

Transmitter dan Line Transmission

Transmitter adalah alat yang digunakan untuk mengubah perubahan sensing element dari sebuah sensor menjadi sinyal yang mampu diterjemahkan oleh controller. Sinyal untuk mentransmisikan ini ada dua macam yaitu pneumatic dan electric. Sistem transmisi pneumatic adalah transmisi menggunakan udara bertekanan untuk mengirimkan sinyal. Besar tekanan udara yang digunakan adalah sekitar 3-15 psi. Sistem ini adalah system lama sebelum kemunculan era elektrik. Sistem transmisi elektronik adalah transmisi menggunakan sinyal elektrik untuk mengirimkan sinyal. Range yang digunakan untuk transmisi ini adalah 4-20mA dan 1-5 VDC.  Read the rest of this entry »

 
22 Comments

Posted by on January 26, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , , , , , ,

Instrumentasi di Oil Refinery

Instrumentasi merupakan equipment yang penting dalam suatu proses otomasi. Instrumentasi berperan sebagai indicator dan alat control secara otomatis untuk proses produksi yang dilakukan secara kontinyu. Instrumentasi di oil refinery biasanya berupa alat ukur dan analyzer. ALat ukur digunakan untuk mengukur besaran-besaran proses agar didapat produk yang maksimal dan berkualitas. Begitu juga dengan analyzer. Dari alat ukur tersebut, disampaikanlah kepada alat control sehingga keberlangsungan proses berjalan dengan lancar tanpa masalah.

Lokasi instrumentasi dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu di lapangan dan di control room. Instrumentasi di lapangan seperti sensing element (sensor), transmitter, jalur transmisi, dan alat pengontrol (biasanya control valve). Instrumentasi di control room dapat berupa DCS, PLC, HMI, dan seperangkat recorder, alat converter (misal konverter dari pneumatic ke electric dan sebaliknya).  Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on January 23, 2012 in oil and gas

 

Tags: , , , , ,