RSS

Tag Archives: HME

Ikutan Cellular Workshop HME

Hari ini mungkin hari yang padat bagi saya. Bagaimana tidak, dari jam 8 sampai jam17.00 saya di CC Timur buat mengikuti cellular workshop yang diadain HME. Wah tampaknya namanya keren banget tuh tapi waktu acara dimulai ternyata isinya seminar dan praktek tentang reparasi handphone. Hahaha.. Kena tipu ya? Ga koq, dulu-dulu juga udah tau kalo isinya kaya gitu tapi mungkin bungkusnya yang istimewa. Ga masalah sih isinya apa yang penting saya dapat ilmu dan pengetahuan tentang cara kerja handphone terutama jeroannya serta bagaimana cara bongkar pasang handphone yang rusak.

Saya sendiri sih sebenarnya merasa tertantang karena cukup mudah untuk mereparasi handphone bila ada alatnya. Selain dengerin ceramah dari QUADRANT (yang memberi materi), saya juga praktek langsung bagaimana mencopot dan memasang kembali komponen handphone terutama IC. Ah, ternyata gampang sekali. Yang penting ada alatnya jadi deh walaupun ada beberapa komponen yang terkesan susah untuk dipasang seperti IC yang kakinya ada dibawah itu. Eh, ternyata ada juga alat buat masang tu IC. Cuma yang penting ada plat buat nyetak kaki-kaki yang akan disambungkan ke PCB itu aja jadi deh. tentu saja diolesi timah cair dan dipanasi dengan hot air (semacam hairdryer dengan suhu tinggi). Owh, ternyata begitu ya. Gampang donk kalo cuma mo ganti IC. Kita buktikan aja besok kalo ada alatnya lagi. Hehehe…

Selain hardware, kita juga dikenalkan pada level software. Bagaimana cara mengganti bahasa pada ponsel, membuka lock kode, sampai mengganti IMEI dari sebuah handphone. Sudah barang tentu kita tidak dengan mudah mengganti-ganti isi cari sebuah handphone. Untuk menampilkan data tersebut digunakan sebuah alat blackbox yang terhubung dengan handphone dan komputer. Yah semacam modem kalo dalam telekomunikasi. Ternyata mahal juga tu blackboxnya, harganya berkisar 800000an. Waw.. tadi saya sempat coba tapi cuma bentar dan hanya untuk seri-seri yang udah jadul. Kita ga bisa mencoba untuk seri yang baru atau tipe lain selain nokia. Masalahnya dari pagi sampai siang dan sampai sore mereka selalu mengomongkan nokia dan nokia. Ga pernah menyinggung lebih mendalam tentang merk lain.

Memang sih pertumbuhan dunia telekomunikasi terutama GSM telah memberikan dampak yang sangat luas bagi pengguna dan pembuka lapangan kerja bagi setiap orang yang mau menekuni di bidang ini. Ntah jual pulsa, jual beli handphone, service / reparasi, jual assesoris handphone, dll. Ini adalah ladang uang yang sangat menggiurkan karena semakin bertumbuhnya pengguna handphone saat ini. Mungkin bisa menjadi pekerjaan utama bila Anda menekuninya dengan benar. Bisakah saya berkecimpung didunia ini? Tunggu aja tanggal mainnya! 🙂

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on May 10, 2008 in diary, Technology, Telecomunication

 

Tags: , , ,

Kopi Sore HME

Yups, tadi sore di HME da event penting yaitu kopi sore bersama Pak Eniman (Ketua Prodi Elektro) dan Pak Nanang (pembimbing HME ITB). Acaranya berlangsung kira-kira 2jam dan mengangkat tema akademik dan organisasi (kaderisasi khususnya).

Ternyata banyak juga permasalahan mahasiswa yang saya belum ketahui. Bagaimana pula yang akan terjadi ketika sudah tingkat 3. Banyak diantara kakak2 tingkat yang khawatir dengan KPnya, akademiknya, iuran SPP ITB semesterannya, dll. Dimana hal tersebut kurang saya perhatikan untuk saat ini. Mungkin karena saya masih tingkat dua kali ya. Jadi belum mikir KP. 🙂

Akademik yang banyak disorot adalah mengenai KP dan fasilitas kampus itu sendiri. Ternyata untuk saat ini, perusahaan membatasi jumlah yang KP di tempat tersebut. Selain itu, dengan kondisi Indonesia yang kurang baik ini membuat perusahaan-perusahaan yang biasanya untuk KP sudah tidak mau menerima. Masa KP pun dikurangi menjadi 1 bulan, dimana dari prodi disyaratkan 2 bulan. Kalau baru 1 bulan harus digenapi menjadi 2 bulan. Jadi itulah permasalahan kakak2 kita di tingkat 3.

Tentang fasilitas kampus seperti perpustakaan, ada yang menyoroti kurang nyamannya perpustakaan di ITB ini. Katanya berdebu, buka hanya terbatas waktunya, tidak adanya toilet yang memadai gitu. (Apa iya mas? Saya sendiri juga udah 1 tahun ga ke perpus. Kesana cuma cap kartu doank. :)) Katanya bila dibandingkan dengan UI, perpusnya nyaman, buka 24 jam, alasnya karpet, dan mahasiswa bisa parttime disitu. Wuh, koq enak banget ya. Bisa tidur tuh diperpus. Hehehe… Yah, semoga aja fasilitas di ITB lebih ditingkatkan dan bisa lebih menarik perhatian para mahasiswa ITB pada khususnya untuk sering-sering berkunjung ke perpus. Tidak hanya hotspotan dan diskusi-diskusi ga jelas. 🙂

Mengenai organisasi sendiri, sebenarnya Pak Eniman setuju kalau HME dibawa ke arah keprofesian sehingga lulusan elektro ITB tidak hanya dianggap sebagai sarjana sastra elektro saja. Dia mampu mengaplikasikannya dalam dunia riil dan memiliki kemampuan praktis yang baik. Ketika ada yang tanya tentang kaderisasi dan segala macam nama yang menyerupainya, Pak Eniman menegaskan untuk tidak mengijinkan acara tersebut. Ntah kenapa koq ga diperbolehkan. Mungkin karena Pak Eniman masih menganggap acara kaderisasi penuh dengan siksaan dan perploncoan kali ya. Yah, mungkin karena bawaan dari angkatan tua-tua yang mendidik kaderisasi dengan seperti itu, tetapi semakin kesini kaderisasi semakin lunak dan jauh dari perploncoan menurut saya.

Menurut saya pribadi sih, dengan kaderisasi tersebut, kita bisa lebih kenal dengan teman seangkatan tentunya. Menjalin rasa kebersamaan dan kepedulian. Kalau tidak ada kaderisasi itu, mungkin saya tidak bisa kenal dengan sebanyak teman yang ada di elektro ini. Selain itu, dengan kaderisasi, kita dituntut untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mencari dana sendiri, mencari lokasi sendiri, membaur dengan warga sekitar, itu tumbuh dengan kesadaran diri untuk saling berbagi dan bekerja sama dengan tujuan yang sama. Walaupun masih ada kurang disana sini tetapi itu wujud kepedulian kita. Kaderisasi tidak selamanya jelek, kita bisa berkarya demi bangsa ini dengan kerja keras dan keringat kita tanpa ada orang tahu.

 
Leave a comment

Posted by on April 18, 2008 in diary

 

Tags: , , , , ,